SURAT UNTUK PAHLAWAN WANITA RADEN DEWI SARTIKA DARI MAS KURUN INAJATI

 Yang Terhormat Raden Dewi Sartika 


Terima kasih atas segala jasa dan perjuanganmu, Ibu Raden Dewi Sartika. Engkaulah cahaya pertama yang memecah gelapnya batasan pendidikan bagi perempuan di masa kolonial. Berkat pengorbananmu, perempuan Indonesia akhirnya mendapatkan hak untuk belajar, berpikir, dan tumbuh menjadi manusia yang berharga. Tanpa langkah pemberanianmu mendirikan sekolah perempuan pertama di tanah Sunda, mungkin sampai hari ini banyak perempuan tidak bisa membaca, tidak bisa menulis, bahkan tidak bisa memahami bahwa dirinya berharga. 

Namun, Ibu, ada kenyataan yang ingin kami ceritakan. Meski pendidikan kini telah lebih terbuka, masih banyak perempuan yang terhalang untuk berkembang. Fakta menunjukkan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan masih tinggi, dan kasus pernikahan anak masih terjadi di berbagai daerah. Di beberapa tempat, perempuan masih dianggap hanya pantas berada di dapur, sumur, dan kasur. Banyak dari kami yang ingin sekolah tinggi, tetapi terkendala ekonomi, tekanan keluarga, atau lingkungan yang menganggap pendidikan bukan hak bagi perempuan. Kadang rasanya dunia berjalan mundur, Ibu. Seolah perjuanganmu belum selesai sepenuhnya di zaman ini. 

Ibu Sartika, kami tahu betapa besar perjuanganmu menghadapi adat dan masyarakat yang tidak percaya bahwa perempuan pantas mendapatkan pendidikan yang sama. Engkau tidak hanya mendirikan sekolah, tetapi juga membuka pikiran banyak orang bahwa perempuan berhak menggenggam masa depan sendiri. Semangatmu tidak rapuh meski engkau harus melawan kebiasaan masyarakat yang keras. Engkau tidak berhenti hanya karena dianggap aneh, membangkang, atau melawan kodrat. Justru dari situlah engkau membuktikan bahwa perempuan bukan makhluk lemah, melainkan kuat jika diberikan kesempatan. 

Kami ingin menjadi perempuan seperti itu, Ibu. Perempuan yang tidak takut menghadapi dunia, tidak takut melanjutkan perjuanganmu. Kami ingin menyuarakan pendapat, belajar setinggi mungkin, dan berdiri tegak sebagai manusia yang bermartabat. Kami ingin agar perempuan hari ini tidak lagi menangis karena dibatasi, dilecehkan, atau dianggap tidak mampu. Kami ingin agar tidak ada lagi gadis kecil yang dipaksa menikah sebelum sempat bermimpi. 

Karena itu, Ibu Sartika, kami berjanji. Kami akan belajar dengan sungguh-sungguh. Kami akan menjaga nama baikmu dengan terus memperjuangkan hak perempuan. Kami tidak akan membiarkan pengorbananmu sia-sia. Kami akan melangkah maju, kuat, dan penuh keberanian, seperti engkau dahulu. Terima kasih, Ibu Raden Dewi Sartika, pahlawan kami. Semoga perjuanganmu terus menjadi nyala api dalam hati kami. Kami akan meneruskannya. Kami tidak akan mengecewakanmu. 


---Mas Kurun Inajati (2025)---

SURAT UNTUK SANG KSATRIA PEMBERANI PANGERAN DIPONEGORO DARI FATHI NUROTUN NAFIAH

 Untuk Pangeran Diponegoro, sang Ksatria Pemberani

Di tempat peristirahatan abadi


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang terhormat Pangeran Diponegoro. Terima kasih, Pangeran... atas jasa dan perjuanganmu yang begitu besar bagi bangsa Indonesia. Pangeran telah berjuang dengan gagah berani melawan penjajahan demi tanah air tercinta. Semangat dan pengorbanan Pangeran menjadi cahaya di tengah kegelapan bagi generasi muda saat ini. Namun, Pangeran, hari ini izinkan saya untuk mengadu. Negeri yang dulu Pangeran perjuangkan dengan darah dan air mata kini tengah terluka dengan cara yang berbeda. Bukan lagi karena penjajah berseragam, tapi oleh tangan bangsanya sendiri. Korupsi merajalela, alam rusak karena keserakahan, dan generasi muda termasuk saya, kadang terlena oleh dunia maya yang membuat kami lupa jati diri. Banyak teman saya lebih mengenal selebriti terkenal daripada pahlawan tanah air. Kadang saya merasa malu karena kemerdekaan yang Pangeran menangkan perlahan kehilangan makna di hati kami. 

Melihat hal itu sungguh menyedihkan, seolah semangat perjuanganmu dan para pahlawan lain tidak berarti dan dilupakan begitu saja. Dengan nama, Raden Mas Ontowiryo seorang Pangeran Diponegoro yang senantiasa hidup dalam ingatan bangsa ini. Saya selalu teringat kisah perjuanganmu dalam Perang Jawa. Pangeran memimpin rakyat melawan penjajah Hindia Belanda yang jauh lebih kuat. Meski pasukan Pangeran kalah jumlah, Pangeran tak pernah gentar. Dalam semboyan "Sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi tekan pati" yang engkau kobarkan, kini menjadi pengingat bagi kami akan arti pentingnya membela tanah air. Semangat perjuangan, yang lahir dari kejujuran, kepedulian, dan kebangsaan, terus hidup dalam diri setiap anak bangsa. Keteguhan hatimu membuatku kagum meski akhirnya ditangkap dan diasingkan, tetapi semangatmu tak pernah padam Pangeran. 

Kisah hidupmu membuat saya sadar bahwa perjuangan tidak selalu harus dengan pedang, tapi bisa dengan pena, dengan ilmu, dengan kejujuran, dan dengan keberanian menolak ketidakadilan. 

Saya ingin meniru semangat Pangeran yang teguh, jujur, cinta tanah air, dan tak gentar melawan kebatilan, meski harus berjalan sendirian. Mungkin saya belum bisa melakukan hal besar seperti Pangeran, tapi saya ingin mulai dari hal kecil, belajar sungguh- sungguh, berbuat jujur, dan tidak menyerah pada keadaan. Jika dulu Pangeran bertempur di medan perang, maka saya akan bertempur di medan ilmu, melawan kebodohan, ketidakjujuran, dan kemalasan diri sendiri. 

Saya ingin menjadi bagian dari generasi yang bisa menjaga negeri ini tetap kuat dan berbuat sebaik-baiknya agar bisa menjadi bangsa yang Pangeran impikan, bangsa yang adil, bermartabat, dan sejahtera. Saya tidak ingin mengecewakan Pangeran dan para pahlawan lain yang telah rela berkorban demi negeri ini. 

Terima kasih, Pangeran Diponegoro atas jasa dan keteladananmu, semangatmu akan selalu hidup dalam hati kami, walau tak kasat mata engkau telah membimbing langkah kami untuk terus berjuang dengan cara kami sendiri.

 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan hormat dan rasa bangga, (Fathi Nurotun Nafiah)

SURAT UNTUK R.A. KARTINI DARI NADIVA PUTRIYANA

Yang Terhormat R.A. Kartini


Terima kasih atas segala jasa-jasamu yang telah menjadi pahlawan emansipasi wanita Indonesia, Ibu. 

Berkat kegigihanmu, kami kaum perempuan di masa sekarang bisa menikmati kebebasan untuk bersekolah setinggi-tingginya dan berkarya tanpa batasan. 

Di tempat peristirahatan terakhir, semoga surat ini sampai kepada engkau wahai Ibu Kartini. Kami, generasi penerus di Indonesia, ingin bercerita tentang kondisi negara ini. Kami mohon maaf, sepertinya perjuangan berat yang telah Ibu lakukan, belum sepenuhnya usai. Terdapat deskriminasi kekerasan pada perempuan dan kesenjangan gender. Sungguh, kami tak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu, Ibu. Saat menghadapi tembok tebal yang memisahkanmu dari dunia luar dan kesempatan untuk berkembang. Namun, di balik penderitaan itu, ada semangat luar biasa yang tidak pernah padam. Engkau berani menentang pandangan masyarakat dan menyuarakan pendapat tentang hak-hak perempuan, didukung oleh kecerdasan dan wawasanmu yang luas itu wahai Ibu Kartini. Jika saja Ibu tahu, sekarang kami para perempuan, sudah bisa sekolah setinggi-tingginya. Kami bisa menulis, membaca, dan menyuarakan pendapat, itu semua berkat perjuanganmu Ibu. Tetapi, entah bagaimana ada tantangan baru yang membuatku khawatir. Fakta-fakta yang ada mengenai dari perempuan yang sekarang ini lebih mementingkan sosmed daripada belajar dan kekerasan terhadap wanita semakin merajalela karena menganggap wanita itu makhluk yang lemah. 

Dahulu, Ibu melawan tradisi yang menganggap wanita hanya boleh di dapur dan tidak perlu sekolah. Kini, bentuk kekerasannya berubah. Kami masih sering mendengar berita tentang perempuan yang menjadi korban kekerasan, bahkan di dunia maya. Kata-kata jahat yang dilontarkan di media sosial bisa membuat perempuan merasa lemah dan tidak berharga. Pandangan bahwa perempuan adalah kaum yang lemah juga masih ada, bahkan diperkuat di platform digital ini. Meski begitu, aku tidak ingin membuatmu khawatir, Ibu. Kami ingin menggunakan media sosial untuk menginspirasi, untuk melawan deskriminasi, dan untuk terus menggaungkan semangatmu. Kami belajar dari kata-katamu, "Habis Gelap Terbitlah Terang" untuk terus mencari cahaya di tengah tantangan ini. Kami tahu, perjuangan ini takkan berakhir. Kami akan terus melangkah, seperti yang Ibu inginkan. Ibu Kartini, semangatmu telah menjadi motivasi bagi kami untuk terus berjuang. Kami bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah engkau rebutkan. Kami akan terus belajar, berkarya, dan menjadi perempuan yang mandiri, cerdas, dan bermartabat. Kami akan terus berusaha melawan segala bentuk ketidakadilan dan deskriminasi yang masih ada agar impianmu tentang kesetaraan sejati bisa terwujud sepenuhnya. 

Sekali lagi, terima kasih wahai Ibu Kartini. Engkau adalah inspirasi abadi bagi seluruh perempuan Indonesia. Kami akan terus berjuang agar engkau bangga melihat "Kartini-Kartini" baru yang terus berkembang.


Kartini Muda- Nadiva Putriyana (2025)

SURAT UNTUK BAPAK PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DARI MURID ANGGUN MUSTIKA SARI.

Teruntuk Bapak Ki Hadjar Dewantara


Halo, Bapak Pendidikan apakah engkau baik-baik saja di sana?

Bapak sekarang sudah berada di tempat yang tenang. Tapi, Bapak saat ini pasti tengah merenung dalam kesedihan bukan?

Bapak, aku ingin berkeluh kesah tentang apa yang aku rasakan dari dalam lubuk hati terdalam. Mungkin Bapak yang di sana sudah mengetahui apa ingin ku sampaikan. Aku tidak pernah lupa apa yang engkau perjuangkan mati- matian kepada anak-anak seperti kami untuk mendapatkan kebebasan untuk bisa belajar atau untuk bisa bermimpi berekspresi dalam pendidikan.

Ingatkah Bapak pernah membangun taman siswa. Hanya berawal dari taman siswa itu membuka jalan bagi kami pada suatu akses pendidikan. Pendidikan tanpa memandang suatu status. Aku salah satu murid yang telah menerima hasil jerih payahmu Bapak, saat ini aku berada di salah satu sekolah kejuruan dengan jurusan akuntansi jadi saat aku merasakan sebelas tahun pendidikan. 

Kata terima kasih tak akan pernah cukup untuk kepada Bapak yang telah memberikan kesempatan pada kami untuk mendapatkan suatu hak. Hak kami sebagai manusia untuk mendapatkan suatu pendidikan. Hanya saja kami telah menyia-nyiakan apa engkau berikan. Pada saat ini kami tidak tahu budi. Kami telah terlena akan kesenangan-kesenangan hingga melupakan apa yang terjadi di masa depan yang akan kami jalani. Kami lebih suka berlarut-larute bermain game ataupun menonton Tiktok dan YouTube dengan konten yang tidak memiliki edukasi sama sekali. Kami yang seharusnya membuka buku tapi malah lebih suka handphone. Mereka yang berfokus untuk belajar malah suka berkutat dengan sosmed, bahkan PR yang seharusnya dikerjakan denga kemampuan sendiri mereka lebih percaya pada AI tanpa memikirkan apa isi di dalamnya. Zaman memang telah berubah akankah teknologi-teknologi ini memberikan kemudahan atau pembodohan.

Ingatkah Bapak? Engkau pernah memiliki prinsip "Ing Ngarso Sung Tulodho" yang di depan memberikan contoh teladan. Di zaman siapa yang bisa kami jadikan sebagai contoh? Akankah setiap selebgram populer yang menjadi sorotan atau seorang guru yang dengan sabar menasehati mereka?

"Ing Madya Mangun Karso" yang di tengah memberikan semangat. Siapa yang akan memberikan semangat kepada kami ketika para murid telah pudar rasa hormat mereka kepada guru. 

"Tur Wuri Handayani" yang di belakang memberikan dorongan. Siapa yang mendorong kami untuk masa depan, jika mereka begitu malas untuk melakukan suatu inovasi. Hanya karena kemudahan kitae melupakan suatu hal paling penting yaitu keberhasilan yang lahir dari usaha. Dunia seolah lupa bagaimana dibodohi oleh para penjajah yang pernah menguasai negeri ini. Tapi, lawan kita bukan para penjajah itu, melainkan rakyat kita sendiri. Kemalasan kerena kemudahan itulah yang merusak negeri ini. 

Bapak, negeri kau impikan rasanya seolah menjauh dari impianmu. Orang bilang bahwa suatu perubahan di mulai dari yang terkecil. Jadi, biar aku menjadi salah satu percikan cahaya yang menerangi generasi ini. Meskipun teknologi terus maju dan kenyamanan selalu ada bukankah kita sebagai manusia yang menciptakan teknologi tidak boleh dikendalikan oleh teknologi itu sendiri. Aku akan membuat mereka sadar bahwa yang menentukan masa depan kita sendiri adalah diri sendiri sehingga aku akan memanfaatkan setiap kemudahan dengan benar. Bukannya malah terlena dan menghancurkan diri mereka sendiri. 

Aku tidak ingin mengecewakan impian Bapak, aku akan berusaha keras untuk mewujudkan impian Bapak untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara sesuai Dengan isi tercantum UUD 1945. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bapak pahlawan Indonesia. Seorang pahlawan pendidikan yang kami banggakan. Beristirahatlah dengan tenang di sana Bapak.


Dari murid - Anggun Mustika Sari

DEAR BAPAK TAN MALAKA DARIKU PUTRI NUTRININGSIH ANDINI

Dear, Bapak Tan Malaka


Dari hatiku yang terdalam, saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas semua jasa-jasa engkau selaku pahlawan nasional bangsa Indonesia. Rasa cintamu kepada negeri ini sangat membekas di hati para rakyat Indonesia. Semua jasamu akan selalu diingat dan dikenang oleh kami semua. 

Bapak, saat ini negara tercinta kita masih berhadapan dengan banyak rintangan yang perlu diatasi. Melalui media televisi, sering sekali aku melihat berita pejabat yang melakukan korupsi uang negara dengan nominal ratusan, jutaan, miliaran, bahkan sampai triliunan, fakta ini telahm menjadi makanan sehari-hari kami, si rakyat lemah. Para bajingan hidup dalam kemewahan luar biasa, berfoya-foya dengan membuang-buang harta haram dengan bangga. Dasar manusia tidak tahu malu! Di sisi lain, para rakyat lemah membanting tulang demi keluarga tercinta yang telah menunggu di rumah. Rela bertaruh nyawa demi memberi makan keluarga dan para bajingan. 

Tidak lupa juga dengan kualitas pendidikan yang masih jauh di bawah rata-rata juga menjadi perbincangan hangat di negara tercinta ini, ada yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi terhalang biaya, ada yang mampu, tetapi memilih untuk putus sekolah, ada yang mati-matian mengejar beasiswa, tetapi kalah dengan orang dalam. 

Bapak, engkau dikenal sebagai seorang pejuang yang gigih, berani, dan pantang menyerah. Engkau rela hidup untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan melawan segala bentuk penindasan. Bapak, apakah engkau tidak merasa miris dengan negara ini? Andai sajae,engkau masih berada di sini, tidak akan mungkin hal ini terjadi. Engkau dapat menunjukkan bahwa kemerdekaan dan keadilan sosial dapat diperjuangkan dengan gigih dan pantang menyerah. Engkau dapat mengemukakan bahwa pentingnya kesadaran politik dan partisipasi rakyat merupakan pelajaran untuk lebih aktif dalam proses demokrasi. Engkau juga dapat menekankan betapa penting kemandirian, semangat, kegigihan, kejujuran dan pengembangan pola pikir yang lebih maju dan bermanfaat. 

Bapak, aku berjanji akan merubah negara ini dengan menjadi yang lebih baik dan maju. Aku tidak akan lelah mengajak para generasi penerus untuk selalu mengobarkan api semangat perjuangan yang telah engkau kobarkan. Dari mulai diri sendirilah menjadi murid yang harus menjunjung nilai kejujuran, karena korupsi berawal dari ketidakjujuran, serta meningkatkan kualitas pendidikan yang masih dibawah rata-rata ini. 

Terima kasih atas semua jasa Bapak. Semangat Bapak dalam melawan ketidakadilan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk selalu berjuang dan menciptakan perubahan yang positif di masyarakat.


 Dariku, Andini

SURAT TERUNTUK BAPAK PLURALISME GUS DUR DARI VIVI RAHMAWATI

Teruntuk : KH. Abdurrahman Wahid


Hai Bapak Pluralisme..... Bagaimana kabar Bapak di sana? Pasti Bapak sudah tenang ya di sana. Semoga Bapak ditempatkan di sisi terbaik oleh Yang Maha kuasa. Aminn...

 Kami amat sangat berterima kasih kepada Bapak atas jasa yang telah anda lakukan kepada Indonesia seperti penghapusan deskriminasi, pencabutan larangan Imlek dan lainnya. Sampai bahkan Anda mendapat julukan sebagai “Bapak Pluralisme" Saat saya mendengar itu sungguh sangat bangga diriku kepada Bapak karena jasa-jasa yang telah anda lakukan bisa dianut oleh anak-anak bangsa saat ini. Namun, di sisi lain pada saat ini saya sangat khawatir. Bapak tahu kenapa? Karena banyak sekali deskriminasi maupun perpecahan di Indonesia yang muncul dari berbagai faktor, seperti perbedaan suku, ras, agama, dan pandangan politik, yang sering kali berakar dari sejarah kolonial Belanda secara aktif mengadu domba kerajaan dan kelompok-kelompok di Nusantara melalui politik untuk mempertahankan dan memperluas penjajahannya di Indonesia. Waktu itu, sebuah cuplikan singkat tentang pembakaran Gereja di wilayah padang, Sumatra Barat. Video itu bertunjuk pada bulan Juli 2025 kemarin, kericuhan di mana -mana. Masyarakat saling berpecah, ada yang melempari batu, memukul, dan merusak barang barang yang ada di dalam rumah ibadah bahkan ada dua anak yang terluka akibat perbuatan itu, banyak tersebar orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mereka membuat berita hoax atu tidak benar yang bertujuan membodoh-bodohi bangsa Indonesia yang mudah percaya pada suatu berita tanpa peduli fakta dari berita tersebut. 

Saya menulis surat ini karena saya ingin bercerita kepada Bapak, sebelum itu saya ingin bertanya sedikit kepada Bapak, saya pernah mendengar katanya Bapak sudah mencabut deskriminasi terhadap Tionghoa ya? Wah, Bapak keren sekali. Anda benar-benar mulia, menyatukan berbagai ras yang ada di Indonesia. Bahkan kau membela rakyat yang bahkan bukan dari suku atau golonganmu. Kau tak pernah pandang bulu dan selalu membela yang lemah. 

Bapak juga tidak pantang menyerah ya ternyata, dalam menjalankan perjuangan untuk kemanusiaan dan pembelaan kelompok minoritas, sebagai rakyat Indonesia saya berjanji kepada diri saya sendiri agar bisa mengharumkan nama negeri Indonesia, Bapak mengingatkan saya pada suatu peristiwa yang pernah saya alami dahulu, dulu saat masih duduk di bangku sekolah dasar aku banyak memiliki teman yang berbeda-beda. Namun, yang paling menarik perhatian yang memiliki kulit gelap dan rambut ikal keluarganya berasal dari merauke yang sangat jauh di sana dan saya ingin mencoba berkenalan denganya dan ingin mengenal lebih dekat dengannya walaupun berbeda ras dan suku dan mungkin bisa mejadi sahabat luar pulau. bapak masih ada di sini dan melihat secara langsung pasti Bapak bangga bisa melihat saya meraih kemenangan untuk Indonesia.

Bapak dulu ternyata pembela minoritas ya lewat dialog antar agama, perjuangan hak sipil, dan penegakan manusia ya? Saya sangat termotivasi sekali dengan Bapak, karena Bapak meyakini bahwa perbedaan agama dan suku adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima dan dirangkul secara aktif, bukan sekadar saling menghargai. Saya akan mencoba berubah perlahan-lahan dan akan menerapkan kebiasaan yang biasa Bapak lakukan untuk Indonesia sedikit demi sedikit. Saya akan menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Sekali lagi untuk Bapak saya berterima kasih atas jasa-jasa anda yang telah membawa bangsa Indonesia sampai pada masa saat ini, berkat Bapak saya belajar banyak hal tentang kesabaran dan makna hidup.


-Salam hangat rakyatmu.

SURAT UNTUK SANG PELOPOR KOPERASI DARI WASHFA ERY SETYA

Untukmu, Pahlawan Kemerdekaan  Indonesia. Mohammad Hatta,

Sang pelopor Koperasi. 


Sore, Bung. Salam penuh hormat dariku, gadis labil yang baru saja menginjak masa remaja. Maaflah jika aku menyita sedikit waktu dengan sepucuk surat penuh kesah ini. Begitu kagumnyaaku padamu hingga kususun kata demi kata pada setiap bait surat ini. Ditemani dengan secangkir teh hangat dalam dinginnya malam. Disertai dengan embun air hujan dan suara kodok yang saling menyahut satu sama lain. 

Semangat perjuanganmu itu telah membawa puncak kemenangan pada sang Saka Merah Putih sungguh amat terima kasih tiada tara ku ujarkan kepadamu, Bung. Hingga kita semua- cicit dari pejuang kemerdekaan ini bisa merasakan kehidupan yang lebih dari kata layak. 

Tahu tidak, Bung? Ada banyak yang ingin aku obrolkan denganmu. Tentang bagaimana negara ini berjalan, tentang bagaimana masa depan Negara tercintaku, Indonesia. Maka jika boleh izinkan aku menuliskan beberapa bait kata untuk menuntaskan keluh kesahku. 

Apa kau pernah membayangkan Negri yang kau perjuangkan ini terkena permasalahan ekonomi Bung? Sayangnya. Itu telah terjadi sekarang. 

Akhir akhir ini. Aku sering melihat ibuku mengeluh, mengusap dahinya yang berkeringat karena lelah bekerja. Sambil menggenggam beberapa lembar rupiah. Raut mukanya masam, menghitung biaya yang tadi ia gunakan untuk berbelanja. 

"Duh, semuanya menjadi sangat mahal sekarang."

Pun, dengan ayahku. Sering ku lihat beliau duduk termenung di teras depan rumah, kopi yang sudah kubuat sepenuh hati belum juga diminumnya. Sibuk bertengkar dengan isi kepalanya sendiri kebingungan untuk bagaimana cara menghidupi satu istri dan dua anaknya yang sudah besar ini.

Saat ku buka berita yang ada di televisi. Barulah ku mengerti kenapa ibu selalu mengeluh dan ayah selalu termenung sedih. Harga pasar naik secara tidak wajar. Semua barang dan jasa yang dijajakan bertambah mahal berkali kali lipat. Untuk seukuran remaja seumuranku, aku tentu mengerti apa yang sedang terjadi di negara ini, seperti yang diajarkan oleh guru IPS ku ini Inflasi. 

Aku, sebagai remaja yang penasaran dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Memutuskan untuk mencari tahu beberapa hal mengenai perekonomian negara ini. Jadi, nekat sudah aku untuk pergi sendirian, ditemani motor yang biasa kupakai di sekolah. Pergi ke sebuah tempat perbelanjaan tradisional di daerahku.

Bung, bukan hanya Inflasi yang mencemari negara tercinta kita ini. Kau tau? Begitu aku

berada di sana, banyak sekali anak anak berpakaian compang camping, bersama para orang-orang tua, memulung dan meminta minta uang di pinggir jalan. Lebih dari dua puluh tiga juta jiwa di negara ini mengalami kemiskinan. Akibat sedikitnya

lapangan pekerjaan yang disediakan. Tujuh juta anak muda tidak mendapatkan pekerjaan, menjadi penhangguran. Mereka bahkan tak memiliki seperpun uang tuk makan sehari hari. Terkadang. Ku lihat juga sepasang suami istri yang kurang mampu, memiliki lebih dari tiga anak. Sehari hari mereka hanya memulung sampah dan makan dengan nasi putih. Hidup di gubuk reot yangdikelilingi oleh sampah yang sangat bau. Lebih pilu lagi, ketika aku sedang menjelajahi sosial media. Seorang istri yang sedang hamil tua diberi uang harian hanya sepuluh ribu oleh sang suami. Yang bahkan tidak benar benar

mencukupi untuk membuat sarapan dalam sehari. Tidak peduli pada si jabang bayi yang butuh nutrisi agar bisa lahir dengan sehat. Bung, sungguh mencelos hatiku saat itu juga. Ternyata, semua itu terjadi karena kurangnya

pendidikan bagi sebagian orang. Mereka yang menyepelekan belajar, tidak peduli akan pendidikan dan terus merangkak dalam jerat kemiskinan. Bung Hatta. Jika kau masih ada disini, pasti takkan kau biarkan inflasi ini terus menjajah

Negara kita. Pasti takkan kau biarkan dua puluh tiga juta jiwa itu terperangkap dalam

kemiskinan. Pasti takkan kau biarkan lapangan pekerjaan ini terus menyempit setiap detik. Pasti takkan kau biarkan seorang istri yang hamil tua itu hanya diberi uang harian sepuluh ribu olehu suaminya Saat itu juga aku pulang ke rumah. Menutup pintu kamarku, merenung di balik selimut

hangatku. Negara ini sudah sangat sakit. Dengan perekonomian yang tidak stabil, Banyak orang yang bersusah payah melakukan apapun untuk mendapatkan selembar rupiah, rela kehilangan

waktu istirahatnya haya demi uang tambahan. Dan ternyata mereka harus bekerja lebih keras, karena harga barang baku yang sedang naik. Namun, di detik itu juga aku sadar. Kau telah memberikan semangat membara untuk ku- untuk semua generasi emas Indonesia. Untuk berusaha maju. Menghempas kemiskinan dengan

banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai manusia, yang ditakdirkan untuk menjadi makhluk sosial Bung Hatta. Terimakasih karena sudah memperjuangkan dan mengembangkan sistem ekonomi Menjadikan koperasi sebagai alternatif terhadap kapitalisme. Telah menjadi pelopor

dan Arsitek untuk pasal 33 Undang Undang Dasar tahun 45 yang menekankan prinsip keuangan. Kau begitu gigih memperjuangkan koperasi demi menjadi pondasi ekonomi. Mendorong terciptanya demokrasi ekonomi. Dan dengan berani ku tuliskan bahwa kau benar benar gigih

mengusahakan konsep konsep untuk perekonomian rakyat. Kau juga sangat menekankan pendidikan bagi rakyatmu. Kau ingin kami kelak membangun

bangsa yang mandiri, cerdas dab sejahtera secara ekonomi. Dan dengan pendidikan. Kau membangun karakter bangsa yang kuat dan bermoral. Sungguh kau benar benar orang yang sangat teladan, Bung. Berkatmu, Aku sadar. Ini saatnya untuk bangkit. Menjalankan semangatmu yang membara. Melanjutkan perjalananmu untuk menjadikan bangsa ini sebagai negara yang maju. Melanjutkan perjuanganmu dengan terus menimba ilmu dengan giat. Mencari ilmu kesana kemari, bak gelas kosong yang haus akan ilmu pengetahuan.

Akan ku mulai dari diriku, bangkit perlahan demi perlahan. Untuk Ayah dan Ibuku, untuk perekonomian negara ini. Untuk kehidupan dua puluh tiga juta jiwa rakyat miskin, untuk mereka yang belum mendapatkan pekerjaan secara layak. Untuk bangsa tercintaku, sang Saka Merah Putih Hai, Pak Hatta. Terima kasih sudah menyadarkanku akan pentingnya hal hal yang kukira sepele Terima kasih karena telah berjuang mati matian demi sesuatu yang akan kami nikmati. Terima kasih karena sudah pernah menjadi wakil negara kami. Beristirahatlah dengan tenang, Pahlawanku.


-Salam hangat. Aku, si rakyat kecil. Washfa Ery Setya

TEKS MC ACARA SMK AL FALAH WINONG BERSHOLAWAT

                             SUSUNAN ACARA SMK AL FALAH WINONG BERSHOLAWAT

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

 

MC Uswatun & Vivi : Assalamualaikum Wr. Wb.

MC     Vivi         : Alhamdulillahi robbil alamin, wabihi nastain, ala umuriduunya wa din. Washollallatu  wasalamu ala asrofil anbiyai walmursalin sayyidinaa Muhammadin, waala   aalihi washahbihi ajmain.aama bakdu.

MC Uswatun   : Yang kami muliakan Gus Aflakha dari Gomang, Tuban, Jawa Timur                               beserta rombongan grup rebana Jagad Sholawat Mangkunegara.

MC Vivi                 : Yang kami muliakan para Kiayi, Alim Ulama dan Sesepuh pinisepuh yang tak bisa kami sebut satu persatu.

MC Uswatun           : Yang terhormat Camat Winong beserta jajarannya

MC Vivi                   : Yang kami hormati Kapolsek Kec. Winong beserta jajarannya

MC Uswatun           : Yang kami hormati Danramil Kec. Winong beserta jajarannya

MC Vivi                   : Yang kami hormati Kepala Desa Pekalongan beserta jajarannya

MC Uswatun           : Yang kami hormati Ketua PCNU Kab. Pati beserta jajarannya

MC Vivi   : Yang kami hormati Rois Syuriah dan Ketua Tanfidiyah MWC                                           NU Kec. Winong beserta Banomnya

MC Uswatun   : Yang kami hormati Kepala SMP, MTs, dan MA serta tamu undangan                                         yang tidak dapat kami sebut satu persatu.

MC Vivi      : Yang kami hormati Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Falah Winong                                         Bapak Ahmad Zaki Fuadi, S.Sos., M.Pd.I.

MC Uswatun          : Yang kami hormati Bapak Muchlisin S.Pd., M.Pd. selaku

                                         Kepala SMK Al Falah Winong.

MC Vivi                 : dan tak lupa hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.

 

MC Uswatun     :  Alangkah baiknya, kita tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur alhamdulillah terhadap Allah Swt. karena atas rahmat, hidayah, dan anugerah-Nya, kita  masih diberikan kesehatan sehingga pada pagi ini kita dapat berkumpul di acara.

MC Uswatun dan MC Vivi : SMK AL FALAH WINONG BERSHOLAWAT

MC Uswatun : Dalam rangka Haul Muassis Yayasan Pendidikan Islam Al                                              Falah Winong dan Hari Lahir Ke-31 SMK Al Falah Winong

                                            Sholualannabimuhammad…..

 

MC Vivi                   : Tak lupa shalawat serta salam kita haturkan pada junjungan kita, Nabi Agung Muhamad Saw. semoga kita semua mendapatkan syafa’atnya di yaumilqiamah nanti.

Uswatun & Vivi         : Amiin- amiin yarobal alamiin….

 

MC Uswatun    : Baiklah, hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt., kami akan                                         membacakan susunan acara.

MC Vivi                    : Acara yang :

1.      Pembukaan

2.      Tasyafuan dan Asmaul Husna

3.      Pembacaan Ayat Suci Al quran

4.      Tahlil

5.      Sambutan - sambutan

a)    Kepala SMK Al Falah Winong

b)    Ketua Yayasan Pendidikan Islam SMK Al  Falah Winong

6.      Sholawat, Mauidoh Hazanah, Doa, dan terakhir

7.      Penutup

 

MC Uswatun     :   Memasuki acara yang pertama pembukaan, marilah kita buka acara SMK AL FALAH WINONG BERSHOLAWAT dengan bacaan basmalah bersama-sama…

MC Uswatun & MC Vivi : BISMILLAHIRROHMANIRROHIM        

 

MC Vivi              : Selanjutnya acara yang kedua, yaitu Tasyafuan dan Asmaul Husna,                                yang akan dipimpin oleh Santriwati Ponpes Thoriqul Falah Putri

                               - Kepada Santriwati Ponpes Thoriqul Falah Putri, kami persilakan.

                       : Demikianlah tadi Tasyafuan dan Asmaul Husna yang dipimpin oleh                          Santriwati Ponpes Thoriqul Falah Putri. (Terima kasih)

MC Uswatun      :  Memasuki acara yang ketiga, yaitu Pembacaan Ayat Suci Al quran

                              - Kepada Saudara Bahrul Ulum dari kelas XI TKJ 3, kami persilakan.

               Demikianlah tadi pembacaan Ayat Suci Al quran. Semoga kita mendapatkan pahala dari Allah Swt. (Terima kasih)

 

MC Vivi     : Baik hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Berikutnya acara yang  keempat ialah tahlil. Tahlil akan dipimpin oleh Bapak Rizal Ayatulloh, S.Ag.

                             Kepada Bapak Rizal Ayatulloh, S.Ag., kami persilakan

                             Terima kasih kepada Bapak Rizal Ayatulloh C.M.,S.Ag.

MC Uswatun  : Baik hadirin kegiatan ini dapat berjalan lancar karena adanya dukungan. dari Nugroho Audio, Langit.ID, ALEL Production yang telah mendudukung SMK Al Falah Winong Bersholawat. Kami ucapkan terima kasih.

MC Vivi            :  Acara yang kelima, yaitu sambutan –sambutan

 

MC Vivi            :  Sambutan yang pertama dari kepala SMK Al-Falah Winong, Bapak       Muchlisin S.Pd., M.Pd.

-          Kepada Bapak Muchlisin, S.Pd., M.Pd., kami persilakan.

-          Sholualannabimuhammad…..

                            Demikianlah tadi sambutan dari Bapak Muchlisin, S.Pd., M.Pd. semoga    pencerahannya dapat bermanfaat bagi kita semua.

MC Uswatun   : Sambutan yang kedua dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam SMK Al- Falah Winong, Bapak Ahmad Zaki Fuadi, S.Sos, M.Pd.I.

-          Kepada Bapak Ahmad Zaki Fuadi,S.Sos,M.Pd.I., kami persilakan.

-          Sholualannabimuhammad…..

 Demikianlah sambutan dari Bapak Ahmad Zaki Fuadi, S.Sos, M.Pd.I semoga apa yang disampaikan bermanfaat bagi kita semua.

 

MC Vivi     : Acara yang keenam yang kita nantikan, yaitu SMK AL Falah Winong Bersholawat, Mauidhoh Hazanah dan Doa oleh Gus Aflakha beserta Grup Rebana Jagad Sholawat Mangkunegara, kepada beliau kami persilakan. Sholualannabimuhammad

………………………SMK AL FALAH BERSHOLAWAT……………………………..

 

MC Uswatun   :  Hadirin yang dimuliakan oleh Swt. acara demi acara dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun dan kini kita memasuki acara yang terakhir, yaitu penutup. Marilah kita tutup SMK Al Falah Winong Bersholawat ini dengan bacaan hamdalah. Alhamdulilahirobilalamiin…

MC Vivi       : Demikianlah SMK Al Falah Winong Bersholawat dalam rangka Haul  Muassis Yayasan Pendidikan Islam Al Falah Winong dan Harlah ke-31 SMK Al Falah Winong.

 

Kami selaku pembawa acara, apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati hadirin, kami mohon maaf. Akhir kata.

 

MC Uswatun & Vivi : SMK BISA.

SMK AL-FALAH JAYA

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono

 






Sapardi Djoko Damono 

Siapa itu Sapardi Djoko Damono? Prof Dr. Supardi Djoko Damono adalah seorang pujangga berkebangsaan Indonesia terkemuka, la kerap dipanggil dengan singkatan namanya, SDD. la adalah putra pertama pasangan Sadyoko dan Saparianla. Sapardi Djoko Damono lahir pada 20 Maret 1940 dan la meninggal dunia pada 19 Juli 2020 di Rumah Sakit Eka BSD, Tangerang Selatan, setelah sempat dirawat karena penurunan fungsi organ tubuh. 

Sapardi dikenal melalui berbagai puisinya mengenai hal-hal sederhana. Namun, penuh makna kehidupan sehingga beberapa di antaranya sangat populer, baik di kalangan sastrawan maupun khalayak umum.  Puisi karya Sapardi Djoko Damono di antaranya: 1. Duka-Mu Abadi (1969) 2. Mata Pisau (1974)  3. Akuarium (1974) 4. Perahu Kertos (1983) 5. Sihir Hujan (1984) 6. Hujan Bulan Juni (1994) 7. Arloji (1998) 8. Ayat-Ayat Api (2000) 9. Mata Jendela (2000) 10. Den Sastro (2003), 

Pendidikan tertinggi Sapardi Djoko Damono Setelah menamatkan pendidikan di SMA II Margoyudan, Sapardi merantau untuk menempuh pendidikan di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM, Yogyakarta. 

INFOGRAFIS TEKS LHO BURUNG UNTA, KOALA, HARIMAU SUMATERA, ZEBRA, DAN PANDA

Pembelajaran teks LHO kelas X di SMK Al Falah Winong Pati dilaksanakan dengan sangat menyenangkan dan kreatif. Peserta didik diarahkan dan dibimbing untuk menggunakan Canva dalam mendesain infografis teks laporan hasil observasi. Dengan demikian, karya yang dihasilkan lebih memikat pembaca untuk senang berliterasi karena terdapat gambar dari objek yang dijelaskan. Berikut karya dari X Akuntansi 2 yang dibimbing oleh Bapak Imam Basori Alwi, S.Pd.


16. INFOGRAFIS BURUNG UNTA




17. INFOGRAFIS KOALA




18. INFOGRAFIS HARIMAU SUMATERA




19. INFOGRAFIS ZEBRA




20. INFOGRAFIS PANDA




INFOGRAFIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI UPACARA RAMBU SOLO, JOGLO, GUNUNG MERAPI, MONAS, DAN GUNUNG BROMO

Pembelajaran berintegrasi dengan teknologi dapat meningkatkan dan memudahkan dalam pengetahuan dan keterampilan. Demikian yang dilakukan dengan membuat teks laporan hasil observasi dikemas yang lebih berwarna dan ada desain di dalamnya. Kita bisa menyebutnya dengan infografis. Berikut infografis teks laporan hasil observasi yang dibuat oleh kelas X Akuntansi 2 SMK Al Falah dengan dibimbing oleh Bapak Imam Basori Alwi, S.Pd.



11. INFOGRAFIS UPACARA RAMBU SOLO TORAJA




12. INFOGRAFIS RUMAH JOGLO




13. INFOGRAFIS GUNUNG MERAPI




14. INFOGRAFIS MONAS




15. INFOGRAFIS GUNUNG BROMO



INFOGRAFIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI TUMBUHAN PAKU, FLAMINGO, JERUK, NANGKA, DAN KELAPA

 Teks laporan hasil observasi di bawah ini disajikan dengan menarik. Dengan harapan dapat menambah minat berliterasi untuk peserta didik dan masyarakat. Berikut teks laporan hasil observasi dalam bentuk infografis dari karya peserta didik SMK Al Falah Winong Pati yang diampu oleh Bapak Imam Basori Alwi, S.Pd.


6. INFOGRAFIS TUMBUHAN PAKU




7. INFOGRAFIS FLAMINGO




8. INFOGRAFIS JERUK




9. INFOGRAFIS NANGKA




10. INFOGRAFIS KELAPA




INFOGRAFIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI EDELWEIS, ANGGUR, MENGKUDU, LANDAK, DAN KANGURU

 Teks laporan hasil observasi atau disingkat dengan Teks LHO sebagai salah satu materi yang diajarkan di kelas X. Dengan adanya teks LHO membuat peserta didik menjadi lebih kaya pengalaman dan pengetahuan. Akan tetapi, menjadi persoalan peserta didik di Indonesia ialah kurangnya kebiasaan literasi khususnya hanya disajikan dalam bentuk tulisan-tulisan saja. Hal itu, bacaan atau tulisan akan menjadi perhatian dan lebih menarik untuk diminati dalam berliterasi dengan membuat desain infografis teks laporan hasil observasi yang disertai dengan gambar ataupun ornamen-ornamen yang menarik. 


Berikut akan ditampilkan hasil karya peserta didik SMK Al Falah Winong kelas X Akuntansi 2 yang diampu oleh Bapak Imam Basori Alwi, S.Pd.


1. INFOGRAFIS BUNGA EDELWEIS




2. INFOGRAFIS BUAH ANGGUR




3. INFOGRAFIS MENGKUDU




4. INFOGRAFIS LANDAK




5. INFOGRAFIS KANGURU



Puisi Sang Penguntai Masa Depan

 

Sang Penguntai Masa Depan


 _Karya: Imam Basori Alwi_ 




Setahun sekali memperingati hari jasamu 

Hanya sehari mengenang pengabdianmu

Sungguh sangat tega kami ini kepadamu 

Bahkan semua kata terima kasih itu tak akan cukup dalam membalas segala budi pekertimu 

Padahal kami tahu, engkau bahkan berikan untain tali penyambung dengan berjuta-juta sampai tak ada angka yang pantas terbilang untukmu 

Untain tali sebagi penyambung hidup masa depan kami


Sering kami dengan sengaja menghiraukan untain darimu wahai guru

Bahkan kami selalu membuatmu pusing, kesal, ruwet dan bahkan marah untuk mengudar ikatan kami yang amburadul akan kenakalan-kenakalan kami

Dengan kelapangan dadamu dan kemurnian hatimu terus bertahan memberikan terbaik untuk menguntai sedikit demi sedikit meluruskan  mencari arah dari kekusutan itu



Engkau selalu menyembunyikan jarimu yang berdarah sampai perih mengikat hatimu tersayat tali tajam dari kami

Tampak tegar kokoh badanmu dan semburat raut wajahmu menyinarkan penuh pengharapan kepada kami tuk bisa menjadi penyambung masa depan yang kuat dan cemerlang


Wahai Sang Penyambung Masa Depan


Tak ada yang pantas kami berikan untukmu akan kemuliaanmu 

Tapi ilmumu dan suri tauladanmu yang akan kami ingat dan sambungkan ke manusia lain

Semoga menjadi kebahagiaan untukmu nanti

Terima kasih guru atas semua yang engkau berikan

Terima kasih Sang Penguntai Masa Depan Kami

MENGENAL SASTRAWAN GOENAWAN MOHAMAD MELALUI MEDIA INFOGRAFIS


Pembelajaran bahasa Indonesia akan terus beradaptasi dan berkembang sesuai dengan keadaan zaman. Era sekarang ini peserta didik dihadapkan dengan berbagai teknologi canggih dan modern. Dengan itu, sebagai pendidik diharapkan dapat membuat pembelajaran yang mudah dipahami dan menyenangkan. Kondisi tersebut mungkin seperti yang telah dilakukan di SMK Al-Falah Winong. Pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XII TSM 1 dengan materi mengenal dan mengkritisi informasi tokoh disajikan dalam bentuk kegiatan belajar berupa pengumpulan informasi tokoh yang dicari dari media internet dan ditulis poin-poin penting di buku tulis. Kemudian peserta didik membaca dan memahami tokoh tersebut dan dilanjutkan dengan pembuatan infografis tokoh melalui media Canva. Dengan itu, peserta didik dapat mudah belajar mengenal tokoh dan membuat karya media Infografis dari teknologi sekarang ini. 


Adapun karya infografis tokoh dari peserta didik kelas XII TSM 1 SMK Al-Falah Winong sebagai berikut ini.











INFOGRAFIS LAPORAN HASIL OBSERVASI BUAH MANGGA, BUAH LONTAR, BUNGA SAKURA, GERHANA BULAN, DAN BINTANG JATUH

 

Infografis laporan hasil observasi (LHO) dari karya kelas X Akuntansi 1 SMK Al-Falah Winong sebagai berikut.


25. INFOGRAFIS LHO "BUAH MANGGA"



26. INFOGRAFIS LHO "BUAH LONTAR"



27. INFOGRAFIS LHO "BUNGA SAKURA"



28. INFOGRAFIS LHO "GERHANA BULAN"



29. INFOGRAFIS LHO "BINTANG JATUH"



INFOGRAFIS LAPORAN HASIL OBSERVASI KAPIBARA, KOALA, ORANG UTAN, PANDA


Berikut kelanjutan karya infografis laporan hasil observasi dari kelas X Akuntansi 1 SMK Al-Falah Winong.


21. INFOGRAFIS LHO "KAPIBARA"




22. INFOGRAFIS LHO "KOALA"





23. INFOGRAFIS LHO "ORANG UTAN"




24. INFOGRAFIS LHO "PANDA"





SURAT UNTUK PAHLAWAN WANITA RADEN DEWI SARTIKA DARI MAS KURUN INAJATI

 Yang Terhormat Raden Dewi Sartika  Terima kasih atas segala jasa dan perjuanganmu, Ibu Raden Dewi Sartika. Engkaulah cahaya pertama yang me...