Dear, Bapak Tan Malaka
Dari hatiku yang terdalam, saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas semua jasa-jasa engkau selaku pahlawan nasional bangsa Indonesia. Rasa cintamu kepada negeri ini sangat membekas di hati para rakyat Indonesia. Semua jasamu akan selalu diingat dan dikenang oleh kami semua.
Bapak, saat ini negara tercinta kita masih berhadapan dengan banyak rintangan yang perlu diatasi. Melalui media televisi, sering sekali aku melihat berita pejabat yang melakukan korupsi uang negara dengan nominal ratusan, jutaan, miliaran, bahkan sampai triliunan, fakta ini telahm menjadi makanan sehari-hari kami, si rakyat lemah. Para bajingan hidup dalam kemewahan luar biasa, berfoya-foya dengan membuang-buang harta haram dengan bangga. Dasar manusia tidak tahu malu! Di sisi lain, para rakyat lemah membanting tulang demi keluarga tercinta yang telah menunggu di rumah. Rela bertaruh nyawa demi memberi makan keluarga dan para bajingan.
Tidak lupa juga dengan kualitas pendidikan yang masih jauh di bawah rata-rata juga menjadi perbincangan hangat di negara tercinta ini, ada yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi terhalang biaya, ada yang mampu, tetapi memilih untuk putus sekolah, ada yang mati-matian mengejar beasiswa, tetapi kalah dengan orang dalam.
Bapak, engkau dikenal sebagai seorang pejuang yang gigih, berani, dan pantang menyerah. Engkau rela hidup untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan melawan segala bentuk penindasan. Bapak, apakah engkau tidak merasa miris dengan negara ini? Andai sajae,engkau masih berada di sini, tidak akan mungkin hal ini terjadi. Engkau dapat menunjukkan bahwa kemerdekaan dan keadilan sosial dapat diperjuangkan dengan gigih dan pantang menyerah. Engkau dapat mengemukakan bahwa pentingnya kesadaran politik dan partisipasi rakyat merupakan pelajaran untuk lebih aktif dalam proses demokrasi. Engkau juga dapat menekankan betapa penting kemandirian, semangat, kegigihan, kejujuran dan pengembangan pola pikir yang lebih maju dan bermanfaat.
Bapak, aku berjanji akan merubah negara ini dengan menjadi yang lebih baik dan maju. Aku tidak akan lelah mengajak para generasi penerus untuk selalu mengobarkan api semangat perjuangan yang telah engkau kobarkan. Dari mulai diri sendirilah menjadi murid yang harus menjunjung nilai kejujuran, karena korupsi berawal dari ketidakjujuran, serta meningkatkan kualitas pendidikan yang masih dibawah rata-rata ini.
Terima kasih atas semua jasa Bapak. Semangat Bapak dalam melawan ketidakadilan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk selalu berjuang dan menciptakan perubahan yang positif di masyarakat.
Dariku, Andini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar