SURAT UNTUK BAPAK PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DARI MURID ANGGUN MUSTIKA SARI.

Teruntuk Bapak Ki Hadjar Dewantara


Halo, Bapak Pendidikan apakah engkau baik-baik saja di sana?

Bapak sekarang sudah berada di tempat yang tenang. Tapi, Bapak saat ini pasti tengah merenung dalam kesedihan bukan?

Bapak, aku ingin berkeluh kesah tentang apa yang aku rasakan dari dalam lubuk hati terdalam. Mungkin Bapak yang di sana sudah mengetahui apa ingin ku sampaikan. Aku tidak pernah lupa apa yang engkau perjuangkan mati- matian kepada anak-anak seperti kami untuk mendapatkan kebebasan untuk bisa belajar atau untuk bisa bermimpi berekspresi dalam pendidikan.

Ingatkah Bapak pernah membangun taman siswa. Hanya berawal dari taman siswa itu membuka jalan bagi kami pada suatu akses pendidikan. Pendidikan tanpa memandang suatu status. Aku salah satu murid yang telah menerima hasil jerih payahmu Bapak, saat ini aku berada di salah satu sekolah kejuruan dengan jurusan akuntansi jadi saat aku merasakan sebelas tahun pendidikan. 

Kata terima kasih tak akan pernah cukup untuk kepada Bapak yang telah memberikan kesempatan pada kami untuk mendapatkan suatu hak. Hak kami sebagai manusia untuk mendapatkan suatu pendidikan. Hanya saja kami telah menyia-nyiakan apa engkau berikan. Pada saat ini kami tidak tahu budi. Kami telah terlena akan kesenangan-kesenangan hingga melupakan apa yang terjadi di masa depan yang akan kami jalani. Kami lebih suka berlarut-larute bermain game ataupun menonton Tiktok dan YouTube dengan konten yang tidak memiliki edukasi sama sekali. Kami yang seharusnya membuka buku tapi malah lebih suka handphone. Mereka yang berfokus untuk belajar malah suka berkutat dengan sosmed, bahkan PR yang seharusnya dikerjakan denga kemampuan sendiri mereka lebih percaya pada AI tanpa memikirkan apa isi di dalamnya. Zaman memang telah berubah akankah teknologi-teknologi ini memberikan kemudahan atau pembodohan.

Ingatkah Bapak? Engkau pernah memiliki prinsip "Ing Ngarso Sung Tulodho" yang di depan memberikan contoh teladan. Di zaman siapa yang bisa kami jadikan sebagai contoh? Akankah setiap selebgram populer yang menjadi sorotan atau seorang guru yang dengan sabar menasehati mereka?

"Ing Madya Mangun Karso" yang di tengah memberikan semangat. Siapa yang akan memberikan semangat kepada kami ketika para murid telah pudar rasa hormat mereka kepada guru. 

"Tur Wuri Handayani" yang di belakang memberikan dorongan. Siapa yang mendorong kami untuk masa depan, jika mereka begitu malas untuk melakukan suatu inovasi. Hanya karena kemudahan kitae melupakan suatu hal paling penting yaitu keberhasilan yang lahir dari usaha. Dunia seolah lupa bagaimana dibodohi oleh para penjajah yang pernah menguasai negeri ini. Tapi, lawan kita bukan para penjajah itu, melainkan rakyat kita sendiri. Kemalasan kerena kemudahan itulah yang merusak negeri ini. 

Bapak, negeri kau impikan rasanya seolah menjauh dari impianmu. Orang bilang bahwa suatu perubahan di mulai dari yang terkecil. Jadi, biar aku menjadi salah satu percikan cahaya yang menerangi generasi ini. Meskipun teknologi terus maju dan kenyamanan selalu ada bukankah kita sebagai manusia yang menciptakan teknologi tidak boleh dikendalikan oleh teknologi itu sendiri. Aku akan membuat mereka sadar bahwa yang menentukan masa depan kita sendiri adalah diri sendiri sehingga aku akan memanfaatkan setiap kemudahan dengan benar. Bukannya malah terlena dan menghancurkan diri mereka sendiri. 

Aku tidak ingin mengecewakan impian Bapak, aku akan berusaha keras untuk mewujudkan impian Bapak untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara sesuai Dengan isi tercantum UUD 1945. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bapak pahlawan Indonesia. Seorang pahlawan pendidikan yang kami banggakan. Beristirahatlah dengan tenang di sana Bapak.


Dari murid - Anggun Mustika Sari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURAT UNTUK BAPAK PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DARI MURID ANGGUN MUSTIKA SARI.

Teruntuk Bapak Ki Hadjar Dewantara Halo, Bapak Pendidikan apakah engkau baik-baik saja di sana? Bapak sekarang sudah berada di tempat yang t...